Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Kota Tidore Kepulauan terus memperluas jejaring kemitraan untuk mendukung pengembangan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.

Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan UNIBRAH dengan Tim Divisi Pendidikan dan Vokasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Pertemuan untuk membahas peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan BAZNAS RI, pada Kamis, 24 September 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah UNIBRAH dalam membangun ekosistem kampus yang lebih kuat dalam pengelolaan zakat, sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pendidikan yang diselenggarakan BAZNAS RI.

Dalam pertemuan tersebut, Tenaga Pendukung/PKWT BAZNAS RI, Aly Hanafiyan, menjelaskan bahwa salah satu persyaratan bagi perguruan tinggi yang ingin menjalin kemitraan dengan BAZNAS adalah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Keberadaan UPZ di lingkungan kampus menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pengumpulan dan pengelolaan zakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan BAZNAS,” ungkapnya.

Selain aspek kelembagaan, kata Hanafiyan, pertemuan juga membahas peluang kemitraan di bidang pendidikan, khususnya melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).

Ia menjelaskan, pada 2026 BAZNAS RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka Program Beasiswa Cendekia BAZNAS di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 112 perguruan tinggi berada di bawah Kemendiktisaintek dan 134 perguruan tinggi berada di bawah Kementerian Agama,” tuturnya.

Menurut Hanafiyan, program tersebut menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi untuk memberikan dukungan lebih luas kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Pada 2026, Program Beasiswa Cendekia BAZNAS ditujukan bagi mahasiswa aktif jenjang D4/S1, khususnya mahasiswa semester 5.

“Bentuk dukungan yang diberikan antara lain subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembinaan dan pengembangan diri, bantuan prestasi, serta bantuan riset tugas akhir sebesar Rp4 juta per mahasiswa,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIBRAH Bidang Kemahasiswaan, Mansyur Djamal, mengatakan peluang kemitraan dengan BAZNAS RI tidak hanya berkaitan dengan program beasiswa.

“Bagi UNIBRAH, ini juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola zakat di lingkungan perguruan tinggi dan membangun kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS RI,” ucapnya.

Dosen Ilmu Pemerintahan tersebut menyampaikan, proses administrasi dan tindak lanjut kerja sama akan dikoordinasikan melalui Biro KKH. UNIBRAH juga perlu memastikan kesiapan dokumen serta menetapkan person in charge (PIC) yang akan menangani komunikasi dan koordinasi dengan BAZNAS RI.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika UNIBRAH, khususnya dalam memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh dukungan pendidikan,” katanya.

Mansyur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., yang telah memfasilitasi pertemuan antara UNIBRAH dan Tim Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI.

“Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIBRAH dalam membuka ruang kolaborasi dengan BAZNAS RI, khususnya di bidang pendidikan, penguatan pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, serta peluang pengembangan program beasiswa bagi mahasiswa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan