Museum Alfred Russel Wallace di Benteng Oranje, Kota Ternate bakal direvitalisasi pada pertengahan Oktober 2026. Revitalisasi ini dilakukan untuk melestarikan warisan keanekaragaman hayati dan jejak Alfred Russel Wallace di Pulau Ternate dan Halmahera, Maluku Utara.
Rinto Taib, Kepala Museum Alfred Russel Wallace mengatakan, kini proyek revitalisasi musem sudah masuk tahap pelelangan dan pengerjaan fisiknya bakal dimulai pada pertengahan Oktober hingga Desember 2026. Proyek revitalisasi museum ini untuk memperbaiki fasilitas, baik dari sistem digitalisasi, rehabilitasi infrastruktur, fasilitas toilet.
“Revitalisasi ini akan menata bagian dalam museum hingga tambahan fisik seperti toilet yang inklusif bagi disabilitas,” katanya kepada reporter Kadera.id, saat diwawancarai di ruang kerjanya Kamis, 8 Oktober 2026.
Ia bilang, anggaran revitalisasi museum AR Wallace terjadi perubahan nominal. Dari 22 miliar, anggaran dipangkas oleh pihak kementerian hingga Rp1 miliar lebih. Meski begitu, kata Rinto, dana tersebut diupayakan bakal mencukupi pengerjaan revitalisasi.
“Proyek ini merupakan prioritas dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Selain museum Wallace, ada juga revitalisasi di Kesultanan Ternate dan Tidore. Dan, tiga-tiganya harus selesai di bulan Desember 2026,” ujarnya
Kata dia, Museum Wallace juga mendapat bantuan tambahan sarana prasarana dari kementrian tersebut berupa lemari dan sarana penunjang lain.
“Sementara Museum Wallace telah dikosongkan, untuk pembangunan atau revitalisasi,” tandasnya.
Ia berharap, dengan adanya revitalisasi ini generasi mudah dapat mengetahui dan bersama-sama melestarikan warisan keanekaragaman hayati dan jejak Alfred Russel Wallace di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.