Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar supervisi layanan dan program kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi, serta kesehatan reproduksi (Kespro) pada 4–6 November 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di ruang pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu.
Supervisi tersebut bertujuan memperkuat pembinaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan serta pelaksanaan program KIA, gizi, dan kesehatan reproduksi di seluruh puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkesinambungan agar sesuai dengan standar yang berlaku.
Nurbintang Talaohu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pemantauan pelaksanaan layanan dan capaian indikator program KIA, gizi, serta kesehatan reproduksi di puskesmas.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi petugas, baik dalam penyelenggaraan pelayanan maupun pencatatan dan pelaporan program.
“Supervisi ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas KIA, gizi, dan kesehatan reproduksi terhadap indikator program, definisi operasional, standar target, pencatatan dan pelaporan, serta kebijakan program,” ujar Nurbintang kepada awak media, Rabu, 4 November 2026.
Menurut dia, supervisi juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan dan puskesmas. Melalui koordinasi tersebut, diharapkan berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut sebagai dasar perbaikan mutu pelayanan serta peningkatan capaian target program kesehatan.
Peserta supervisi terdiri atas kepala puskesmas, bidan koordinator atau pengelola program KIA, pengelola program gizi, pengelola program kesehatan reproduksi, serta Tim Kerja Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu.
Dalam pelaksanaannya, supervisi dilakukan melalui peninjauan dokumen dan administrasi program, sosialisasi indikator terbaru kesehatan keluarga beserta definisi operasionalnya, serta telaah pencatatan dan pelaporan. Kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama petugas untuk mengidentifikasi persoalan pelayanan, sekaligus memberikan pembinaan dan rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan program kesehatan keluarga di puskesmas.
Nurbintang menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program kesehatan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, terutama petugas yang bertugas langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap, melalui kegiatan supervisi tersebut, Dinas Kesehatan dapat memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan program di lapangan sekaligus merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petugas puskesmas.
Dengan demikian, perbaikan pelayanan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, sehingga program KIA, gizi, dan kesehatan reproduksi di Kabupaten Pulau Taliabu dapat berjalan lebih optimal.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.