Bangunan SMA Negeri 7 Kota Ternate di Kelurahan Takofi, Kecamatan Moti, ludes dilalap api pada Senin malam, 4 Mei 2026, sekitar pukul 22.40 WIT.
Sedikitnya, lima ruangan terdampak dalam peristiwa tersebut. Polisi menduga kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting).
Rukia Taher, Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kota Ternate, mengatakan sejumlah ruangan yang terbakar meliputi ruang kepala sekolah hingga ruang administrasi (kantor). Saat ini, pihak sekolah masih berada di lokasi bersama perwakilan Pemerintah Kota Ternate untuk melakukan pendataan.
“Saya masih bersama dinas di lokasi. Sementara mendampingi mereka untuk input data,” ujarnya kepada reporter Kadera.id melalui sambungan telepon, Selasa, 5 Mei 2026.
IPTU Haidun Diadi, Kapolsek Pulau Moti, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.40 WIT dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Ada sekitar lima ruangan yang terbakar, yakni ruang kepala sekolah, ruang bendahara, gudang, ruang guru, serta satu gedung kosong. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp100 juta,” jelasnya.
Menurut Haidun, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat Kota Ternate agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
“Pastikan keamanan lingkungan, baik di rumah maupun sekolah, untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.