Warga Pulau Taliabu mengeluhkan kondisi jalan alternatif di samping Jembatan Air Dufo yang kini berubah menjadi kubangan lumpur. Jalur yang seharusnya menjadi akses sementara itu justru semakin memprihatinkan, terutama setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Padahal jalan tersebut merupakan jalur utama warga tiga kecamatan, yakni Kecamatan Taliabu Selatan, Kecamatan Tabona, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, dan tiga Desa di Kecamatan Taliabu Barat, yakin Desa Woyo, Desa Kawalo dan Desa Holbota.
Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi jalur tersebut harus ekstra hati-hati. Jalan yang berlumpur, licin, dan dipenuhi lubang membuat aktivitas warga terganggu. Kondisi ini semakin berisiko bagi kendaraan yang membawa muatan berat karena rawan tergelincir.
Kerusakan jalan alternatif tersebut disebut semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi. Alih-alih menjadi solusi, jalur ini justru menyulitkan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Hendra, salah satu warga, mengaku kesulitan saat bepergian menuju Bobong, ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu. Ia mendesak agar perbaikan segera dilakukan sebelum pekerjaan jembatan dilanjutkan.
“Sebelum pekerjaan dilanjutkan, jalan alternatif yang penuh becek itu harus segera diperbaiki. Kalau tidak, jalan akan semakin rusak parah dan warga makin kesulitan melintas,” ujarnya, kepada Kadera.id, Selasa, 5 Mei 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku selalu diliputi rasa cemas saat mengantar dan menjemput anaknya di SDN Dufo.
“Setiap pagi dan siang sangat was-was. Jalan becek dan licin, apalagi sekarang musim hujan,” tuturnya.
Warga berharap pihak rekanan yang mengerjakan proyek jembatan segera mengambil langkah cepat. Mereka meminta perbaikan jalan alternatif diprioritaskan demi keselamatan pengguna jalan.
“Mohon kepada pihak rekanan, sebelum melanjutkan pekerjaan, perbaiki dulu jalan ini. Ini akses utama bagi semua warga. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pintanya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.