Sekitar 228,6 juta dollar Amerika Serikat bahan bakar yang masuk ke Maluku Utara, per Maret 2026. Nilai tersebut meroket nyaris tiga kali lipat dibandingkan tahun 2024, dalam periode tiga bulan pertama.

Data Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, bahan bakar tersebut dipasok dari Cina, Rusia, Filipina, Australia, Kanada, dan Vietnam.

Dari Januari ke Februari 2026, nilai impornya melonjak 54,88 persen dari US$59,39 juta menjadi US$91,98 juta. Kemudian turun menjadi US$ 77,28 juta pada Maret.

Negeri Tirai Bambu, Cina, merupakan pemasok terbesar tahun 2026 dengan nilai US$ 118,67 juta atau sekitar 51,9 persen dari total. Dibandingkan tahun 2024, nilai itu telah meningkat 94,66 persen.

Rusia juga mengalami peningkatan yang nyaris sama dengan Cina, yaitu 93,93 persen.

Sementara, secara nasional nilai impor minyak Indonesia, per Maret 2026, paling besar datang dari Singapura, Malaysia, Russia, Amerika Serikat dan Nigeria.

Bahan bakar mineral ini sekaligus menjadi komoditas dengan nilai impor terbanyak Indonesia, per Maret 2026, lalu mesin, kendaraan, besi dan baja, serta plastik.