Hingga memasuki Juni 2026, perbaikan ruas Jalan Gunung Sampe di Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum juga terealisasi. Padahal, kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju Bobong, ibu kota kabupaten, semakin memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan Kadera.id pada Rabu, 3 Juni 2026, badan jalan di kawasan Gunung Sampe dipenuhi lubang dan hamparan batu yang membahayakan pengendara. Kerusakan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta dalam APBD 2026 untuk perbaikan tanjakan Gunung Sampe atau yang dikenal warga sebagai Katingan.

Sebelumnya, Ahmad Tahir Tarauntu, Kepala Dinas PUPR Pulau Taliabu, dalam sejumlah pemberitaan menyampaikan bahwa pekerjaan fisik jalan tersebut akan dimulai pada akhir Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah aksi warga menanam pohon kelapa di tengah jalan yang rusak viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Namun hingga awal Juni, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan di lokasi.

Kondisi tersebut membuat warga kembali berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata. Terlebih saat ini wilayah Pulau Taliabu mulai memasuki musim gelombang tinggi, sehingga masyarakat di wilayah selatan lebih banyak mengandalkan jalur darat untuk beraktivitas.

“Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan. Apalagi sekarang sudah musim ombak. Masyarakat di wilayah selatan Taliabu harus menggunakan kendaraan darat yang tentu melewati jalan ini,” ujar salah seorang warga.

Dikonfirmasi terkait keterlambatan pekerjaan tersebut, Kepala Dinas PUPR Ahmad Tahir Tarauntu, mengatakan proyek perbaikan jalan Gunung Sampe telah berkontrak dan saat ini kontraktor sedang memobilisasi alat berat ke lokasi.

“Waalaikum salam, sudah berkontrak dan sementara pihak kontraktor sudah kase geser alat ke sana,” kata Ahmad Tahir melalui pesan WhatsApp kepada Kadera.id.

Meski demikian, warga berharap proses mobilisasi segera diikuti dengan pekerjaan fisik di lapangan agar kerusakan jalan yang semakin parah tidak terus mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.