Sebanyak 304.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga yang terdampak kemarau panjang dan kekeringan di Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Distribusi air itu dilakukan selama 8 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Muhammad Abubakar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, mengatakan penyaluran air merupakan bagian dari langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

Penanganan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Perumda Ake Mayora, BPBD Kota Tidore Kepulauan, BPBD Provinsi Maluku Utara, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

Abubakar bilang, air bersih disalurkan menggunakan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pertanian hortikultura di sejumlah kelurahan terdampak.

Wilayah yang mendapat distribusi air meliputi Kelurahan Folarora, Jaya Lada, Ake Jaya, Gurabunga, Dowora, Tambula, Topo, Topo Tiga, Seli, Jaya, Kalaodi, Toloa, dan Tomagoba.

“Pada 8 Juli sampai 31 Juli 2026 sebanyak 189.000 liter. Sementara 1 sampai 9 Agustus 2026 sebanyak 115.000 liter. Totalnya 304.000 liter,” kata Abubakar, Selasa, 11 Agustus 2026.

Meski distribusi terus dilakukan, Abubakar mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terlayani secara merata. Kondisi topografi yang menanjak menjadi salah satu kendala, terutama di wilayah pegunungan seperti Gurabunga.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim satuan tugas (satgas) berencana menyediakan profil penampungan air bagi warga di wilayah pegunungan. Langkah ini diharapkan memungkinkan sumber mata air Ake Goa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Pelayanan ini untuk masyarakat yang punya kebutuhan, apalagi berada di bagian pegunungan. Tetap kita akan berupaya layani,” ujarnya.