Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pulau Taliabu melepas sejumlah siswa untuk mewakili daerah tersebut dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi pada September 2026.
Pelepasan para peserta berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, Jumat, 28 Agustus 2026.
Keikutsertaan ini menjadi yang pertama bagi Kabupaten Pulau Taliabu dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Maluku Utara. Para peserta yang diutus merupakan siswa-siswi yang sebelumnya berhasil meraih juara dalam lomba pengembangan potensi peserta didik pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026.
Damruddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Damruddin, mengatakan para siswa yang dikirim ke tingkat provinsi merupakan hasil seleksi dari lomba yang digelar di tingkat kabupaten pada Mei lalu.
“Peserta didik yang direkomendasikan berangkat hari ini berdasarkan hasil lomba tingkat kabupaten pada kegiatan 2 Mei lalu,” kata Damruddin saat ditemui Kadera.id usai pelepasan peserta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, terdapat lima kategori yang akan diikuti siswa-siswi asal Pulau Taliabu, yakni pidato, puisi, komedi tunggal, mendongeng, dan tembang tradisi.
Untuk kategori pidato, Pulau Taliabu mengutus siswa dari SMP Negeri 6 Taliabu Utara. Kategori puisi diwakili siswa SDN Sampe, komedi tunggal oleh siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Taliabu Barat, sementara kategori mendongeng dan tembang tradisi diwakili siswa SD Negeri Kawalo.
“Semua mata lomba tersebut menggunakan Bahasa Taliabu,” ujarnya.
Damruddin mengatakan keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara yang mengundang Kabupaten Pulau Taliabu untuk berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui penerapan kurikulum muatan lokal di satuan pendidikan.
“Program penguatan bahasa daerah yang akan diterapkan dalam kurikulum muatan lokal di satuan pendidikan nanti juga sejalan dengan kegiatan pelestarian bahasa melalui Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi,” katanya.
Dikbud Pulau Taliabu berharap keikutsertaan para siswa dalam festival tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dengan bertemu dan berinteraksi dengan siswa dari kabupaten lain di Maluku Utara.
Damruddin menilai pengalaman tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mengembangkan kemampuan siswa.
“Harapan Dinas Pendidikan, paling tidak bagi anak-anak yang mengikuti lomba, tentu ada kebanggaan tersendiri bagi murid yang memiliki kemampuan, begitu juga bagi satuan pendidikan yang siswanya mengikuti lomba di tingkat provinsi,” katanya.
“Mudah-mudahan para siswa mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti lomba bersama peserta lainnya dari seluruh kabupaten di Maluku Utara. Dari kegiatan ini, kami berharap mereka semakin percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.