Kepulan asap hitam tebal yang diduga berasal dari kebakaran tumpukan ban bekas mobil di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) meresahkan warga Lelilef, Weda Tengah, Halmahera Tengah.
Rusdi Koli, warga Lelilef, mengatakan kepulan asap tersebut mulai tampak sejak Senin dini hari, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 5.00 WIT dan hingga pukul 12.38 api belum berhasil dipadamkan. Menurutnya, asap dari kebakaran tersebut tidak menyebar ke kampungnya, tapi terbawa angin hingga ke arah Trans Kobe.
“Dampaknya, kalau arah angin dari hutan tentu bisa menutupi dua desa sekalian, Lelilef Sawai dan Woebulen. Tapi, arah angin sebaliknya ke hutan. Jadi warga Trans Kobe yang kena dampaknya,” katanya kepada reporter Kadera.id melalui pesan singkat, Senin, 31 Agustus 2026.
Rusdi mengaku, peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi dan belum tahu jelas penyebabnya. Namun, menurutnya, lokasi tempat kejadian cukup berdekatan dengan indekos.
“Mungkin bisa terjadi (orang pingsan) karena berdekatan dengan kosan lokasi tersebut. Saya belum tahu awal kebakarannya,” ungkapnya.
IPTU Amir Mahmud, Kasi Humas Polres Halteng, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia belum bisa menjelaskan detail kronologis karena masih didalami untuk mengungkap terduga pelaku dan motif kejadian. Saat ini, kata dia, personel Polres Halteng sedang berada di lokasi dan berupaya memadamkan api.
“Kejadian ini bukan sengaja dibakar. Tapi ini masih didalami oleh anggota di lapangan,” katanya.
Saat ditanya soal dampak asap kebakaran ban tersebut yang bisa menyebabkan warga pingsan, Amir belum bisa memberikan keterangan karena masih tahap penyelidikan.
“Kalau ini saya belum monitor di grub, karena anggota di lapangan masih fokus upaya pemadaman,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.