Terdapat sekitar 133 titik panas di Maluku Utara dalam sepekan terakhir – tanggal 3 Agustus hingga 9 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Halmahera Utara merupakan episentrum hotspot terbanyak yakni 32 titik, yang tersebar di 23 desa.

Sebaran ini merupakan informasi terkini terkait hotspot dan kebakaran hutan lainnya yang disampaikan melalui Kementerian Kehutanan dan Manggala Agni, melalui Sistem Pemantauan Karhutla atau SiPongi.

Data SiPongi mencatat, puncak kejadian dalam sepekan tersebut adalah tanggal 7 Agustus 2026 yaitu 26 titik. Pada saat itu, Halmahera Utara pun menjadi yang tertinggi yakni sekitar 39 persen.

Hanya dalam sehari, antara tanggal 6 dan 7 Agustus 2026, jumlah hotspot melonjak sekitar 13 persen. Lalu turun 30,77 persen pada 8 Agustus 2026. Namun, naik lagi menjadi 21 lokasi pada 9 Agustus 2026.

Pada 9 Agustus 2026, daerah hotspot terbanyak adalah Kabupaten Halmahera Tengah dan Pulau Morotai, masing-masing 5 titik.