Pekerjaan proyek air bersih di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, dari hasil swadaya masyarakat terus menunjukan progres baik. Meski baru memasuki bulan ketiga semenjak direncanakan pada Agustus 2026 lalu, kini realisasinya diperkirakan telah mencapai 40 persen.

Muhlis Wahid, ketua penanggung jawab pengadaan air bersih di desa tersebut mengatakan, setelah pembuatan bak penampungan selesai sejak September lalu, kini, ia beserta empat rekannya selaku panitia tengah mengontrol proses pengalian jalur pipa. Sebab ia khawatir, jika pipa hanya dibiarkan merayap di atas tanah, potensi kebakaran tidak bisa dihindarkan.

“Karena jalur pipa ikut di orang pe bawa pohon kelapa, jadi musti tong gale baru tanam. Dan, Alhamdulillah proyek air bersih dari hasil swadaya masyarakat ini telah mencapai 40 persen. Saat ini, panitia tengah berfokus mengontrol proses penggalian sampai selesai sambil menunggu kedatangan pipa tambahan sebanyak 32 rol,” ujar Muhlis saat ditemui Kadera.id pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Begitu sisa pipa tiba di kampung dalam waktu dekat, lanjut Muhlis, mereka akan segera melakukan pemasangan dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang.

Muhlis juga menambahkan, jika proyek ini selesai, maka lebih dari 900 jiwa penduduk di Desa Kusubibi tidak akan lagi kesulitan memenuhi kebutuhan hajat hidup. Mulai dari memasak hingga mencuci, mandi, dan sanitasi, semuanya teratasi dengan baik.

“Pokoknya kalau air bersih ini kong selesai, masyarakat so tara lagi susah-susah memenuhi keperluan air bersih, masyarakat so tara lagi harus angkut air pakai motor, apalagi pakai gerobak,” tutur Muhlis.

Masyarakat memberikan kepercayaan kepada Muhlis dan empat rekannya untuk mengelola anggaran air bersih yang direncanakan memakan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Dan anggaran sebanyak itu merupakan hasil swadaya masyarakat, bukan bantuan pemerintah apalagi anggaran dana desa.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat turut mengontrol anggaran bernilai miliaran tersebut supaya tidak ditilap atau dimanfaatkan oleh oknum anggota pemerintah desa apalagi mengatas namakan anggaran desa.

Muhlis mengaku, meski dalam rencana anggaran biaya (RAB) awal ditargetkan mencapai miliaran rupiah, tapi uang tahap pertama dikelola oleh PJ Kades Kusubibi sebesar Rp.492.403.720.000.00. Sementara yang dikelola panitia hanya sebesar 20jt, yang terdiri dari biaya operasional dan biaya tak terduga. Adapun tahap kedua, biaya pipa air bersih yang dikelola panitia sebesar 400 juta lebih.

“Uang yang sudah dibelanjakan untuk pipa air bersih sudah mencapai Rp.800juta lebih. Sementara pipa tahap pertama yang sudah terpasang baru berkisar 1,700 kilometer dan masih tersisa 1,600 kilometer untuk bisa sampai ke rumah-rumah warga,” ujar Muhlis.

Jainudin, salah seorang warga Kusubibi mengaku senang, sekalipun pengerjaan proyek pipa air bersih ini belum 100 persen, tapi panitia telah menunjukkan niat baik untuk mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih.

“Sekarang torang tinggal menunggu proses, kalau sampai air bersih ini sukses, maka masyarakat perlu berterima kasih kepada dorang karena sudah kelola doi untuk pengadaan air bersih,” ujar Jainudin saat ditemui, Minggu, 18 Oktober 2026.

Jainudin juga menambahkan, masalah air bersih di desa Kusubibi sudah berlangsung sejak lama, bahkan beberapa kali pernah dirancang oleh masyarakat bersama pemerintah desa lewat dana desa. Namun, begitu uang yang direncanakan untuk pengadaan pipa air bersih itu sampai di tangan pemerintah desa, proyeknya tidak berjalan sementara uangnya pun telah habis ditilap aparat desa sendiri.

“Yang kami khawatirkan ke depan, jangan sampai begitu proyek pipa air bersih hasil swadaya masyarakat ini selesai, ada oknum pemerintah Desa Kusubibi yang mengklaim bahwa proyek tersebut didanai dari anggaran desa,” tegas Jainudin.