Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, dilaporkan tidak berfungsi selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi para pengendara dan masyarakat yang melintas pada malam hari, sekaligus menyoroti lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas publik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KNPI Kecamatan Tidore Timur, Rustam Hamisi, menegaskan, penerangan jalan bukan sekadar pelengkap estetika kota, melainkan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan rasa aman masyarakat.
“Penerangan jalan itu kebutuhan dasar, bukan hiasan kota,” tegas Rustam, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan membiarkan PJU mati bertahun-tahun tanpa solusi nyata. Bahkan, Rustam menyindir, apabila pemerintah tidak peduli atau tidak mampu mengelola PJU, lebih baik tiang-tiang lampu tersebut dijual saja.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap setiap malam, sementara tiang lampu hanya berdiri tanpa fungsi, merupakan simbol kegagalan pelayanan publik. “Sekarang PJU itu fungsinya apa? Tidak menerangi, tidak memberi rasa aman,” ujarnya.
Rustam menilai, pembiaran ini mencerminkan kelalaian yang bersifat terstruktur terhadap keselamatan dan ketertiban umum. Masyarakat, kata dia, hanya disuguhi deretan tiang besi tanpa cahaya, sehingga wajar jika muncul pertanyaan tentang keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan dasar.
“Penerangan jalan berkaitan langsung dengan keamanan, keselamatan, dan ketertiban. Ini bukan urusan sepele yang bisa ditunda tanpa batas waktu,” tambahnya.
Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan Kota Ternate, di mana persoalan PJU yang mati mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Setelah menjadi sorotan, perbaikan pun dilakukan terhadap lampu-lampu jalan yang sebelumnya padam.
“Artinya, ini bukan soal sulit atau tidak bisa, tetapi soal kemauan. Kalau ada niat, lampu akan menyala. Kalau tidak, tiang lampu hanya akan jadi pajangan di pinggir jalan,” pungkasnya.
Rustam pun mendesak Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui dinas terkait agar segera melakukan penataan dan perbaikan menyeluruh terhadap seluruh PJU di Kecamatan Tidore Timur.
“Kalau urusan lampu jalan saja tidak tuntas, bagaimana rakyat bisa percaya pada komitmen pelayanan pemerintah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.