Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan Kota Ternate pada 2025 gagal mencapai target Rp5 miliar. Hingga akhir tahun, realisasi pendapatan hanya Rp2,2 miliar.

Fachrul Rozy, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran Dishub Kota Ternate, mengatakan realisasi PAD tersebut bersumber dari tiga sektor retribusi, dengan kontribusi terbesar berasal dari retribusi parkir tepi jalan umum.

“Pada tahun 2025 target sekitar Rp5 miliar. Namun secara keseluruhan PAD yang finish di Dinas Perhubungan sejumlah Rp2.208.404.000,” kata Fachrul kepada Kadera, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut dia, retribusi parkir tepi jalan umum menyumbang sekitar Rp1,2 miliar. Adapun sisanya berasal dari retribusi tempat parkir khusus serta retribusi pelayanan kepelabuhanan.

Fachrul menyebut sektor parkir masih menjadi andalan sumber PAD Dishub. Banyaknya titik parkir yang tersebar di Kota Ternate menjadi potensi pemasukan daerah. Namun, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi pendapatan.

“Luas titik parkir cukup banyak, tapi personel hanya sekitar 35 orang lebih. Jadi belum bisa terbagi secara maksimal di seluruh titik parkir yang ada di Kota Ternate,” ujarnya.

Untuk meningkatkan capaian PAD pada 2026, Dishub berencana menambah personel, memperluas titik parkir, serta memperketat pengawasan penagihan retribusi guna mencegah kebocoran pendapatan.

“Perlu penambahan personel, perluasan titik parkir, dan pengawasan yang lebih ketat sehingga tidak terjadi kebocoran pada masing-masing petugas yang menagih retribusi pada tahu 2026,” ucapnya.