Warga Desa Wayo, Taliabu Barat, Pulau Taliabu, mengeluhkan kondisi jalan lintas Bobong menuju Talo yang rusak parah dan semakin mempersulit aktivitas sehari-hari.
Pantauan tuturfakta pada Senin, 3 Maret 2025, menunjukkan bahwa jalan dengan lebar sekitar lima meter itu mengalami kerusakan serius. Beberapa ruasnya berlubang, becek, dan tergenang air hujan, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua dan empat.
Warga Khawatir dan Kesulitan Melintas
Rahmat La Asi, seorang warga yang kerap melewati jalan tersebut untuk pergi ke kebun atau mengantar pesanan material bangunan ke Desa Talo, mengaku resah dengan kondisi jalan.
“Setiap ke kebun atau antar pesanan material bangunan, saya selalu khawatir. Jalan ini penuh lubang di kiri dan kanan, sehingga sangat berisiko, terutama saat membawa beban berat,” ujar Rahmat.
Dahlan, warga lainnya, mengatakan bahwa jalan Bobong menuju Pelabuhan Tamping sudah lama rusak. Akibatnya, komunitas sopir dump truck menjuluki jalan itu sebagai siratalmustakim—mengacu pada jalan yang sangat sulit dilalui.
“Setiap ada pesanan material bangunan ke Desa Talo, kami terpaksa menaikkan harga di atas tarif normal. Sebab, kondisi jalan yang berlubang dan sulit dilalui membuat operasional kami lebih berat, terutama bagi kendaraan roda empat dengan muatan berat,” ungkapnya.
Kecelakaan dan Dampak Ekonomi
Dahlan juga mengungkapkan bahwa selain kesulitan melewati jalan tersebut, ia pernah mengalami kecelakaan saat melintas dengan sepeda motor.
“Saya sendiri pernah jatuh karena terlalu banyak lubang yang tergenang air. Ini sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua,” katanya.
Menurutnya, kerusakan jalan juga berdampak pada sektor pertanian. Saat musim panen cengkeh di wilayah Talo, waktu perjalanan untuk mengangkut hasil panen menjadi lebih lama. Jika biasanya hanya membutuhkan waktu 3-4 jam, kini perjalanan bisa memakan waktu lebih lama akibat kondisi jalan yang buruk.
Masyarakat Desa Wayo berharap pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu segera bertindak untuk memperbaiki jalan tersebut.
“Kami ingin pemerintah peduli terhadap kondisi ini. Jangan sampai ada korban jiwa akibat jalan rusak ini. Tolong segera diperbaiki agar aktivitas kami tidak terus terganggu,” harap Rahmat.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.