Kelompok Tani Garolaha di Kelurahan Dowora, Kota Tidore Kepulauan, berhasil melakukan panen jagung pada Selasa, 18 Maret 2025. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab atas pemasaran hasil pertanian guna menjamin kesejahteraan petani.

“Pemerintah daerah akan membeli hasil panen petani untuk dipasarkan kembali dengan harga terjangkau. Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir soal pemasaran. Tugas petani adalah menanam, sementara pemerintah yang akan mengurus distribusinya,” ujar Muhammad Sinen.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan gudang penyimpanan berkapasitas 10 ton di Pulau Tidore dan daratan Oba. Gudang ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendingin untuk memastikan hasil pertanian tetap terjaga kualitasnya sebelum dipasarkan.

Dorongan untuk Petani dan Ketahanan Pangan

Dalam kesempatan itu, Muhammad Sinen mengapresiasi kerja keras petani dan penyuluh pertanian yang telah berkontribusi hingga panen berlangsung sukses. Ia berharap program ketahanan pangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tidore Kepulauan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menekankan pentingnya ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan global. Ia menyebut bahwa saat ini ketahanan pangan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam percaturan geopolitik internasional.

“Negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan memiliki posisi kuat di kancah global. Oleh karena itu, program ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga ketahanan nasional,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Ahmad Laiman juga menambahkan bahwa selain jagung dan padi, pemerintah daerah tengah mempertimbangkan diversifikasi pangan dengan mengembangkan sukun sebagai alternatif makanan pokok di beberapa wilayah tertentu.

Panen Jagung Dukung Swasembada Pangan Nasional

Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Fauzi Rabo, menjelaskan bahwa panen kali ini mencakup 7.000 pohon jagung yang ditanam di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani Garolaha.

“Lahan ini sebelumnya merupakan lahan hortikultura yang dialihfungsikan sementara untuk tanaman pangan dalam rangka mendukung program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu swasembada pangan 2025,” jelas Fauzi.

Ia menambahkan, selain jagung, petani di Kelurahan Kalaodi, Cobodoi, dan Tosa juga mengelola lahan seluas lebih dari 2 hektare untuk produksi tanaman pangan. Pada 2024 lalu, Kota Tidore Kepulauan telah memanen jagung di lahan seluas 1 hektare dalam program yang diinisiasi oleh Kapolresta Tidore.

Dinas Pertanian juga terus mendorong partisipasi petani dalam program nasional penanaman 1 juta hektare jagung dan padi. Selain jagung, saat ini juga terdapat 2.000 pohon tomat yang diperkirakan siap panen pada April mendatang.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Tidore Timur, Misto, berharap pemerintah daerah tetap berkomitmen terhadap program swasembada pangan.

“Ini adalah panen ketiga di wilayah kami, dan kami berharap Dinas Pertanian terus mendukung serta menindaklanjuti program ketahanan pangan di Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.