Hujan yang mengguyur wilayah Kota Tidore Kepulauan menyebabkan material lumpur dan batu menutupi jalan di RT 01 Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, hingga berdampak pada sejumlah rumah warga.

Pantauan Kadera.id di lapangan, pascabanjir tersebut terlihat sejumlah pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga bergotong royong membersihkan material yang menutupi jalan hingga sore hari.

Banjir serupa sebelumnya juga terjadi pada September lalu di Kelurahan Bobo dan sempat dipantau langsung oleh Kepala BPBD Tidore Kepulauan serta Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan.

Ketua RT 01 Kelurahan Bobo, Ainun Sula, mengatakan bahwa setiap kali hujan, warga di wilayahnya selalu berinisiatif untuk saling membantu membersihkan material banjir. Namun, ia menilai pemerintah kelurahan kurang tanggap dalam penanganan bencana tersebut.

“Setiap hujan, kami beberapa orang di RT 01 selalu berinisiatif saling membantu membersihkan material. Tetapi tadi saya belum lihat respon dari pemerintah kelurahan dalam menangani banjir,” ujar Ainun, Senin, 10 November 2025.

Menurutnya, banjir di Kelurahan Bobo sudah terjadi sebanyak empat kali, namun belum ada penanganan yang signifikan dari pihak pemerintah.

“Tadi hujan mulai jam tiga sampai sekarang, baru ada BPBD bersama warga turun membersihkan jalan. Kalau dorang (mereka) turun bantu, baru dua kali ini,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebenarnya telah merencanakan pembangunan gorong-gorong untuk mengatasi banjir di wilayah itu, namun hingga kini belum terealisasi.

“Kalau hujan, saya khawatir karena banjir sering masuk ke rumah warga, seperti rumah kaka saya dan Pak Soleman di RT 01,” ungkapnya.

Ainun menuturkan, dulunya kawasan Kelurahan Bobo jarang mengalami banjir seperti sekarang. Ia juga mengingat bantuan yang pernah diterima dari BPBD pascabanjir sebelumnya.

“Dulu, saat rumah warga di RT kami kebanjiran, BPBD sempat memberikan bantuan Rp2.500.000 untuk RT 01 dan Rp2.500.000 untuk RT 02. Dana itu rencananya untuk membangun tembok tepi,” jelasnya.

Namun, lanjut Ainun, dana bantuan tersebut sempat digunakan untuk membeli semen bagi pembangunan masjid oleh salah satu kontraktor.

“Maka dari itu, kami sepuluh rumah kumpul uang lagi untuk beli semen sebagai pengganti,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan tanggapan.