Much. Hidayah Marasabessy, Dosen Klimatologi Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Khairun menyoroti operasi modifikasi cuaca (OMC) atau penyemaian hujan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan di sejumlah kabupaten di Maluku Utara, yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai beberapa waktu lalu.

Ia bilang, probabilitas presipitasi dari OMC perlu dikaji kembali. Meski begitu, aktivitas OMC ini memberi peluang hujan turun. Hal ini karena tingkat efektivitas OMC di pulau-pulau kecil masuk kategori rendah, sedang, jika dibandingkan dengan pulau besar yang memiliki peluang lebih besar yang memungkinkan CH jatuh di daratan lebih akurat.

Ia menjelaskan, secara fisik pulau-pulau kecil lebih dominan lautan luas dan volume presipitasi akan berkenan rendah pada malam hari di zona tersebut dibandingkan daratan.

“Selain itu seberapa banyak volume air yang dapat ditahan pada akuifer pulau-pulau kecil yang daya tampungnya lebih sedikit. Hujan yang jatuh pada akhirnya juga akan lebih banyak mengalir ke laut,” katanya kepada reporter Kadera.id, Rabu, 9 September 2026.

Hidayah menyebut resiko modifikasi cuaca tersebut tergantung pada bahan yang digunakan. Menurutnya, jika hanya NaCl (natrium klorida) atau serbuk yang mudah larut dalam air, bakal berpengaruh pada tingkat salinitas di area OMC yang berulang. Namun, tidak berpengaruh pada pola hujan.

“Di Maluku Utara yang dominan Ekuatorial, sebagian munsonal dan lokal, tentu tidak akan berubah. TMC hanya dilakukan saat dibutuhkan bukan untuk merubah pola CH yang ada,” ucapnya.

Meski begitu, lanjutnya, dari pengamatan visual di Pulau Ternate, sudah terlihat pembetukan awan secara konsisten. Awan-awan rendah seperti cumulus dan nimbostratus, kemungkinan besar dapat menghasilkan hujan dalam skala lokal (orografis) meski dengan intensitas yanh ringan.

“Hal ini sejalan dengan perkiraan yang dirilis BMKG, ada peluang hujan pada dasarian 1 dan 2 bulan September, yang diperkirakan hingga 50mm/dasarian,” ungkapnya.