Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, berkomitmen membangun empat museum untuk mengarsipkan dan merawat sejarah empat kesultanan di Maluku Utara, yakni Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan.
Komitmen tersebut disampaikan Sherly dalam acara peluncuran dan diskusi buku Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara yang digelar di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat, 30 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Sherly menegaskan, keempat kesultanan bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan pusat nilai, budaya, dan sejarah yang membentuk karakter masyarakat Maluku Utara hingga hari ini. Menurutnya, peradaban Maluku Utara tumbuh dan berkembang dari fondasi yang dibangun oleh kesultanan-kesultanan tersebut.
“Empat kesultanan ini adalah akar peradaban Maluku Utara. Dari sinilah nilai, identitas, dan sejarah kita terbentuk,” ujar Sherly.
Sebagai upaya pelestarian sejarah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana membangun empat museum yang akan menampung berbagai peninggalan kesultanan, mulai dari silsilah keluarga, catatan sejarah, hingga artefak-artefak penting. Seluruh museum tersebut direncanakan akan dibangun terpusat di Sofifi, ibu kota provinsi.
Namun demikian, Sherly menegaskan bahwa rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama masing-masing kesultanan.
“Belum ada pembahasan teknis secara detail. Ini harus dibicarakan bersama keempat kesultanan untuk mendapatkan persetujuan. Tapi secara lokasi, direncanakan di Sofifi,” katanya.
Terkait realisasi pembangunan, Sherly menargetkan proyek empat museum tersebut dapat mulai diwujudkan pada tahun 2027.
“Tahun ini masih fokus pada diskusi konsep dan isi museum. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun depan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.