Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat sebanyak 6.268 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Maluku Utara sepanjang 2025 hingga 26 Juni 2026. Dari ribuan kejadian tersebut, dampak paling signifikan terjadi di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, pada 2 April 2026.

Gede Eriksana Yasa, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, mengatakan gempa bumi merupakan fenomena alam yang terjadi dalam waktu sangat singkat dan belum dapat diprediksi kapan akan terjadi. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui upaya mitigasi serta edukasi kepada masyarakat.

Menurut Eriksana, Maluku Utara merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, yakni Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Interaksi ketiga lempeng tersebut memicu aktivitas subduksi dan patahan aktif yang menyebabkan wilayah ini memiliki tingkat kegempaan yang tinggi.

“Dari 2025 sampai 26 Juni 2026 tercatat 6.268 kejadian gempa bumi di Maluku Utara,” katanya kepada Kadera.id, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat pada 25 Juni 2026 disebabkan oleh pelepasan energi akibat pergerakan lempeng tektonik secara tiba-tiba yang mematahkan lapisan batuan di kerak bumi.

Meski demikian, gempa tersebut tergolong kecil dengan magnitudo 2,6. Begitu pula gempa yang terjadi pada 26 Juni 2026, sekitar 127 kilometer barat Ternate, dengan kedalaman 5 kilometer dan magnitudo 2,8. Gempa tersebut nyaris tidak dirasakan masyarakat serta tidak diikuti aktivitas gempa susulan yang signifikan.

“Gempa berskala sangat mikro seperti ini umumnya hanya dapat direkam oleh sensor seismograf. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami maupun dampak yang signifikan,” ujarnya.

Eriksana mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia menegaskan, informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal media sosial dan situs resmi BMKG.