Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mencatat sedikitnya 115 petani terdampak musim kemarau berkepanjangan yang mulai mengganggu aktivitas pertanian di sejumlah wilayah.

Data sementara tersebut dihimpun Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan berdasarkan pendataan di empat kecamatan, yakni Tidore Timur, Tidore Selatan, Tidore Utara, dan Oba Utara. Sementara laporan dari Kecamatan Oba Tengah dan Oba Selatan masih dalam proses.

Fauzi Robo, Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, mengatakan mayoritas petani yang terdampak saat ini tengah memasuki masa tanam sehingga sangat membutuhkan pasokan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

“Berdasarkan data sementara yang telah masuk, terdapat sekitar 115 petani yang terdampak musim kemarau. Mayoritas merupakan petani yang sedang memasuki masa tanam sehingga sangat membutuhkan pasokan air,” kata Fauzi, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Fauzi, hasil pendataan tersebut telah diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan sebagai dasar penyaluran bantuan sekaligus penyusunan langkah penanganan dampak kekeringan.

Ia mengatakan, Dinas Pertanian bersama BPBD terus memperkuat koordinasi agar penanganan terhadap petani terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Selain menyiapkan langkah darurat, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga merancang upaya jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Salah satunya melalui pembangunan bak penampungan air atau embung di kawasan pertanian sebagai cadangan air saat musim kemarau.

Embung tersebut diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian ketika terjadi kekeringan, sekaligus meningkatkan ketahanan sektor pertanian menghadapi perubahan iklim.

“Kami sudah melakukan langkah-langkah antisipasi untuk membantu para petani menghadapi musim kemarau. Harapan kami, seluruh upaya yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sehingga aktivitas pertanian tidak mengalami kendala yang berarti,” ujar Fauzi.

Pemerintah Kota Tidore berharap sinergi antara Dinas Pertanian, BPBD, dan para petani dapat meminimalkan dampak kemarau terhadap produksi pertanian sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga.