Sebanyak 13 meriam peninggalan penjajahan Eropa masih terawat di Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara. Belasan meriam tersebut berasal dari tiga negara yang berbeda, yakni Portugis, Spanyol dan VOC Belanda.
Rinto Thaib, Kepala Museum Rempah Kota Ternate mengatakan, meriam milik VOC Belanda yang mendominasi di benteng tersebut. Sementara, sisanya adalah milik Portugis dan Spanyol.
“Satu meriam milik Portugis dan satu lainnya milik Spanyol. Sisanya, banyak meriam dari masa VOC di benteng ini,” katanya, Kamis, 10 September 2026.
Ia bilang, berdasarkan pengamatan, ditemukan pada setiap meriam berupa simbol dan nomor seri serta tahun. Meriam milik VOC Belanda ada tulisan berbentuk persegi. Sementara untuk meriam milik Portugis ada simbol huruf “P”.
“Misalnya, meriam punya Portugis tertulis 1500-an dengan simbol huruf “P”,” ucapnya.
Menurutnya, meriam maupun benda bersejarah lainnya masih dapat ditemukan dan terawat di Benteng Oranje. Dalam pelestarian dan perlindungan mariam ini melibatkan banyak pihak, karena masuk dalam situs budaya nasional.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.