Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mandiri di sejumlah wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor 420/35/2026 tentang Penyesuaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mandiri. Langkah ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat paparan asap karhutla yang mengandung particulate matter (PM) 2,5.

Damruddin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi PM 2,5.

“Berdasarkan kondisi di lapangan, seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP di wilayah terdampak, mengalihkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh secara mandiri dari rumah masing-masing,” kata Damruddin saat dihubungi Kadera.id, Selasa, 20 Oktober 2026.

Penyesuaian pembelajaran ini berlaku bagi satuan pendidikan di 17 desa, yakni Beringin Jaya, Salati, Nggele, Onemay, Lede, Langganu, Balohang, Tolong, Todoli, Natang Kuning, Ufung, Padang, Nunu, Tikong, Sahu, Nunca, dan Air Bulan.

Selain mengalihkan pembelajaran ke PJJ mandiri, Disdikbud juga mewajibkan penggunaan masker bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik di satuan pendidikan wilayah Kecamatan Taliabu Barat. Ketentuan ini berlaku selama jam pembelajaran maupun saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Semua harus menggunakan masker selama beraktivitas. Kondisi kualitas udara sudah pada level yang mengganggu aktivitas belajar,” ujarnya.

Damruddin menjelaskan, surat edaran tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga ada pemberitahuan resmi lebih lanjut, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan mematuhi dan melaksanakan ketentuan dalam surat edaran tersebut demi melindungi kesehatan dan keselamatan warga sekolah di tengah paparan asap karhutla.

“Saya berharap surat edaran yang disampaikan itu dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab demi keselamatan dan kesehatan bersama,” tandasnya.