Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk molen (mixer truck) terjadi di belakang Kampus I Universitas Khairun (Unkhair), Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 11.30 WIT.

Insiden yang diduga dipicu rem blong itu mengakibatkan seorang mahasiswi meninggal dunia dan tiga orang lainnya menjadi korban.

Truk molen bernomor polisi B 9067 HI tersebut menabrak seorang pengendara sepeda motor, mobil yang sedang terparkir, serta bangunan rumah yang digunakan sebagai tempat fotokopi dan gudang.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Maimuna La Zuba, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair. Sementara itu, Alwi Musa dan Julkifli Samid masih menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoirie. Satu korban lainnya, Fardan, merupakan rekan sopir truk.

Muhlis M. Turui, sopir truk, telah diamankan di Markas Polres Ternate untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada reporter Kadera.id saat ditemui di Markas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ternate, Sabtu, Muhlis menceritakan, sebelum kecelakaan, ia bersama Fardan sempat berada di sebuah bengkel di Kelurahan Tafure, Ternate Utara, untuk menambal ban.

Namun, karena bengkel tersebut tidak memiliki alat pendongkrak yang dibutuhkan, keduanya kemudian menuju Kelurahan Tubo.

Setelah tiba di Tubo, Muhlis mengemudikan truk melewati jalan menurun menuju lokasi pekerjaan mereka di Kampus I Unkhair. Saat melintasi jalan tersebut, rem truk tiba-tiba tidak berfungsi.

“Tadi saya yang bawa mobil. Jadi kita dari Tubo turun ke tempat kerja itu. Dan mau makan. Sekitar 50 meter melewati jalan menurun, di situ rem jebol (blong). Tapi sebelumnya rem baik-baik saja. Aman,” kata Muhlis.

Ia mengaku kehilangan kendali setelah rem truk blong. Kendaraan itu kemudian menabrak Maimuna yang sedang mengendarai sepeda motor dan sebuah mobil yang terparkir di depan rumah warga. Truk tersebut lalu menghantam bangunan yang digunakan sebagai tempat fotokopi dan gudang.

Di dalam tempat fotokopi itu terdapat Alwi Musa dan Julkifli Samid yang turut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Muhlis mengatakan, ia dan Fardan tidak sempat menyelamatkan diri ketika truk kehilangan kendali hingga terbalik.

“Saya dan Fardan tidak lompat. Tapi ikut dengan mobil terbalik. Mahasiswi tadi kurang perhatikan sudah. Tapi tidak di dalam fotokopi, di luar. Dia posisinya kayaknya di atas motor,” ujarnya.

Sementara itu, Dedi, salah seorang pedagang warung makan di sekitar lokasi kejadian, mengatakan sedang berada di warungnya ketika melihat truk molen melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara sebelum menabrak bangunan rumah.

“Pokoknya dia (truk molen) cepat. Yang saya tahu ada satu korban. Tapi informasi lain bilang lebih dari satu,” kata Dedi saat ditemui di lokasi kejadian.

Ipda Jafar Ahmad, Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Ternate, yang ditemui di lokasi kejadian, belum memberikan keterangan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut.