Proses seleksi calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Ake Mayora kini memasuki tahap akhir. Wawancara langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan menjadi penentu siapa yang akan memimpin perusahaan layanan air bersih tersebut ke depan.

Dari empat kandidat yang mengikuti seleksi, Abubakar Nurdin, Anjas Fahmi Mustafa, Dahlia Azis, dan Masriyanto Abd. Samad, hanya satu nama yang berhasil melaju hingga tahap wawancara akhir.

“Dari empat orang tersebut, hanya Abubakar Nurdin yang lolos hingga seleksi wawancara,” ungkap Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, tahap ini sangat krusial karena akan menentukan sosok pemimpin yang mampu menjawab tantangan pengelolaan air bersih di Kota Tidore Kepulauan. Ia menekankan bahwa seorang direktur harus adaptif, inovatif, serta mampu membaca kondisi alam daerah.

“Seorang direktur adalah calon pemimpin. Ia harus mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus menghadirkan solusi yang adaptif terhadap berbagai tantangan,” ujarnya.

Muhammad Sinen juga menegaskan bahwa loyalitas seorang direktur tidak semata-mata ditujukan kepada pimpinan daerah, melainkan kepada masyarakat sebagai penerima layanan.

“Loyalitas itu bukan hanya menghormat ke atas, tetapi juga menghormat ke bawah, kepada masyarakat melalui pelayanan prima dan penyediaan air yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menambahkan, kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas kepercayaan dan keteladanan. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menjadi contoh dalam kinerja dan sikap di dalam organisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya air ke depan.

“Pengelolaan air tidak bisa terus bergantung pada air tanah. Perlu ada kajian untuk memanfaatkan air permukaan di titik-titik potensial, tentu dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Dalam wawancara akhir tersebut, sejumlah aspek strategis menjadi fokus penilaian. Di antaranya visi dan misi calon direktur dalam mengembangkan unit bisnis PERUMDA, kemampuan kepemimpinan dan manajerial, serta ketepatan dalam mengambil keputusan strategis.

Selain itu, inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset, integritas, komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dalam layanan air minum juga menjadi perhatian utama.

“Melalui tahap akhir ini, kami berharap PERUMDA Ake Mayora ke depan dipimpin oleh figur yang profesional, inovatif, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” pungkasnya.