Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kembali melaksanakan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebagai agenda rutin tahunan menjelang peringatan 17 Agustus. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, serta memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi.
Hal tersebut disampaikan Sofyan Saraha, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, saat membacakan sambutan Wali Kota Tidore pada upacara pembukaan Seleksi Paskibraka tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah pada Senin, 20 April 2026.
Dalam sambutannya, ia menegaskan Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga simbol kehormatan, kebanggaan, dan tanggung jawab besar dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kepada adik-adik peserta seleksi, kami berpesan agar mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik. Jadikan kesempatan ini sebagai ajang pembelajaran untuk melatih kedisiplinan dan kepemimpinan,” ujarnya.
Ia juga menekankan proses seleksi ini merupakan tanggung jawab besar, karena para peserta merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing. Para calon Paskibraka diharapkan tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kepribadian yang baik, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara, dan daerah.
Sementara itu, Muslihin, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan seleksi diikuti oleh 32 sekolah tingkat SMA atau sederajat di Kota Tidore Kepulauan, khususnya siswa kelas X.
“Sebanyak 80 siswa-siswi yang terdiri dari 35 putra dan 45 putri telah lolos seleksi di tingkat sekolah masing-masing,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, akan diseleksi kembali hingga terpilih 36 peserta terbaik untuk tingkat kota, yang terdiri dari 19 putra dan 17 putri. Selanjutnya, peserta terbaik peringkat 1, 2, dan 3 dari kategori putra dan putri akan mewakili daerah untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Maluku Utara hingga ke tingkat nasional.
Seluruh peserta akan menjalani berbagai tahapan seleksi, meliputi wawasan kebangsaan, tes kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kesamaptaan, serta tes kepribadian atau wawancara. Proses seleksi ini melibatkan tim dari TNI-Polri, Purna Paskibraka, Rumah Sakit Umum Tidore, dan Badan Kesbangpol.
Melalui rangkaian seleksi ini, diharapkan lahir generasi muda Tidore yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan yang kuat dan siap mengemban tanggung jawab sebagai pengibar bendera pusaka.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.