Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya dalam memperkuat swasembada pangan sebagai respons terhadap potensi kekeringan ekstrem pada 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Muhammad Sinen, Wali Kota Tidore Kepulauan, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, Senin, 21 April 2026.
Rakornas ini digelar sebagai langkah antisipatif pemerintah pusat menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi kekeringan ekstrem, sekaligus mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.
Andi Arman Sulaiman, Menteri Pertanian, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Ia menyebut pemerintah daerah perlu memperkuat mitigasi melalui optimalisasi embung, jaringan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan air dan mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Muhammad Sinen menyatakan keikutsertaan Tidore dalam rakornas tersebut menjadi bukti pengakuan pemerintah pusat terhadap potensi sektor pertanian daerah. Dari Maluku Utara, hanya dua daerah yang diundang, yakni Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan.
Ia menegaskan Pemkot Tidore akan segera menindaklanjuti program prioritas yang telah disetujui pemerintah pusat. Fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur pertanian dan kesiapan menghadapi kekeringan.
“Seluruh jajaran dinas terkait kami instruksikan untuk mempercepat implementasi program, agar tidak berhenti pada tahap perencanaan,” katanya.
Adapun dukungan strategis dari Kementerian Pertanian mencakup rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi, pemanfaatan sistem pompanisasi, penyediaan varietas tanaman tahan kekeringan, serta penguatan sistem informasi iklim bagi petani.
“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimistis langkah tersebut mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus berkontribusi pada target swasembada pangan nasional,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.