Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, memicu banjir besar pada Senin, 1 Juni 2026 malam. Ketinggian air dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa dan merendam sejumlah kawasan permukiman serta ruas jalan di pusat kota.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berbondong-bondong mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Arus banjir juga terlihat menghanyutkan berbagai barang milik warga, sementara akses transportasi di sekitar jalan depan TK Negeri Kusumawati Weda sempat lumpuh akibat genangan air yang tinggi.

“Baru pernah merasakan banjir seperti ini. Trotoar sampai penuh terendam. Motor dan mobil sudah tidak bisa lewat,” tulis pemilik akun Facebook Ayu Naya dalam unggahannya yang memperlihatkan kondisi banjir di Kota Weda.

Nanang Fauji, salah seorang warga Weda, mengatakan hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 21.00 WIT. Satu jam kemudian, air mulai menggenangi permukiman warga dan sejumlah ruas jalan di pusat kota.

“Air meluap dari Sungai Ake Ici dan masuk ke pusat kota saat intensitas hujan sangat tinggi. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa,” kata Nanang saat dihubungi Kadera.id melalui sambungan telepon, Selasa, 2 Juni 2026 dini hari.

Menurut Nanang, dalam beberapa waktu terakhir wilayah Weda memang kerap diguyur hujan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu. Namun, hujan yang terjadi pada Senin malam memiliki intensitas jauh lebih tinggi dibandingkan biasanya sehingga menyebabkan banjir cukup besar.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

“Informasi yang kami terima sejauh ini belum ada korban jiwa. Namun, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya.

Nanang menambahkan, banjir memang pernah terjadi di Weda pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, menurutnya, banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah karena merendam kawasan pusat kota hingga setinggi pinggang orang dewasa dan menghambat aktivitas masyarakat.

“Kalau dibandingkan dengan banjir sebelumnya, kali ini jauh lebih parah. Warga harus berjalan di tengah genangan setinggi pinggang dan akses transportasi dalam kota ikut terhambat,” pungkasnya.