Deretan lapak pedagang atribut sepak bola tampak bermunculan menghiasi tepi jalan kawasan Plaza Gamalama, Kota Ternate, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Puluhan jersey hingga bendera sejumlah negara yang lolos Piala Dunia FIFA 2026 tergantung rapat menarik perhatian para pejalan kaki maupun pengendara.
Sore itu, para pembeli datang silih berganti ke belasan lapak pedagang musiman. Ada yang hanya sekadar singgah lalu pergi, ada pula yang sibuk menawarkan harga kepada pedagang. Pun, ada yang benar-benar meminang sejumlah atribut di lapak-lapang pedagang.
“Jelas, saya fans kesebelasan sepak bola Argentina. Itu favorit,” kata Arif (56), saat warga yang datang berburu jersey di tepi jalan Kawasan Plaza Gamalama, Kota Ternate.
Fans Argentina ini mengatakan, euforia menjelang Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu terasa hadir lebih awal dan cukup ramai di Ternate. Warga yang gemar menonton sepak bola, mulai memasang bendera di halaman rumah.

Selain itu, ada yang berbondong-bondong membeli atribut sepak bola sesuai selera. Ia mengungkapkan, harga jersey dan atribut sepak bola lainnya pun masih terjangkau. Paling tinggi dijual Rp200-an ribu per jersey.
“Penjualan baju jersey luar biasa. Karena hampir semua orang kan butuh toh. Harga masih standar. Paling mahal Rp200-an,” ucapnya sembari bergegas pergi.
Harun (51), salah satu pedagang musiman mengatakan, dirinya sudah berjualan hampir dua pekan. Selama ia berjualan, jersey Argentina, Brasil, dan Jerman yang paling laris. Harganya dari Rp90 ribu hingga Rp225 ribu per jersey untuk ukuran orang dewasa. Sedangkan harga bendera dijual dari Rp60 ribu hingga Rp1 juta. Dihargai sesuai ukuran dan kualitas kainnya.
“Saya bajual so dua pekan. Per hari bisa sampai Rp1.200. Paling rendah ratusan ribu per hari,” katanya usai melayani pembeli.
Ia mengaku, penjualan atribut sepak bola seperti jersey masih alami fluktuatif. Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman di musim Piala Dunia FIFA 2022 lalu, biasanya pembeli akan melonjak ketika pertandingan sepak bola sudah berlangsung.
“Hari ini penghasilan so ratusan ribu. Kan belum bermain to. Kalau sudah bermain, biasanya pembeli akan ramai. Dia akan rame kalau dua negara yang bermain, Argentina dan Brasil,” katanya usai melayani pembeli.

Lain lagi dengan Harun, Yuli mengaku, Piala Dunia FIFA 2026 berbeda dengan musim Piala Dunia FIFA 2022. Ia bilang, saat ini jualannya sepi pembeli. Selama 4 hari berjualan paling tinggi meraup omzet Rp500 ribu dan paling rendah Rp200 ribu.
“Piala dunia sebelumnya pernah bajual. Tahun kemarin paling rame. Pas Argentina barmaeng 1 hari 14 juta,” katanya.
Yuli mengaku hanya menjual sejumlah atribut seperti jersey, kaos sepak bola untuk anak-anak, hingga bendera negera yang lolos seleksi Piala Dunia tahun ini.
“Untuk kaos sepak bola ukuran anak-anak Rp65-75 ribu. Sedangkan jersey ukuran orang dewasa Rp125 ribu per lembar,”
Meski jarak lokasi turnamen sangat jauh di mata warga, tetapi percakapannya sudah hidup di Kota Ternate. Euforia Pola Dunia 2026 terasa hadir lebih awal sebelum peluit pembukaan dibunyikan. Dan, bagi para pedagang, harapan mereka terus tumbuh menjelang pertandingan sepak bola.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.