Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Graal Taliawo, meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera perbaiki infrastruktur jalan Payahe–Dehepodo yang rusak. Karena jalan tersebut menjadi akses utama warga setempat.

“Ruas jalan provinsi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tentu harus jadi prioritas” kata Graal, yang merespons keluhan warga Desa Nuku, Kecamatan Oba Selatan, Tiode Kepulauan beberapa waktu lalu.

Ia bilang, persoalan jalan rusak merupakan yang sering dikeluhkan warga, yang penanganannya bukan sekadar persoalan administratif semata, tapi harus mendahulukan dampak keselamatan dan akses layanan dasar.

“Harus dilihat ada tidak masyarakat yang menjadi korban. Infrastruktur itu bukan urusan sederhana,” ujarnya .

Ia mencontohkan kondisi di wilayah Loloda yang juga masih menghadapi persoalan akses jalan. Menurut dia, kerusakan jalan dapat berdampak langsung pada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kalau akses masyarakat terganggu, sementara ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan dan jalan dalam kondisi rusak, dan pemerintah harus menentukan itu prioritas pembangunan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah provinsi harus tahu skala prioritas infrastruktur, sebagaimana kelurahan warga Desa Nuku, terkait jalan Payahe-Dehepodo, tepatnya di Kawasan Gunung Mangga, yang berulang kali memakan korban.

Sebelumnya, Amran Tawari, warga Desa Nuku, mengatakan kondisi jalan rusak memperburuk keadaan. Penyebabnya, karena tak ada perawatan yang intensif sehingga berlobang, dan bertaburan kerikil.

Selain itu, saat malam hari tak ada penerangan jalan umum (PJU), maupun rambu-rambu lalulintas lainnya. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melintas jalan. Terlebih bagi petani setempat yang sering melintasi jalan tersebut sebagai penghubung perekonomian antardesa, dan akses penunjang pendidikan di sana.

Menurut Amran, dampak dari rusaknya jalan di kawasan Gunung Manggar tersebut sudah berulang kali terjadi kecelakaan, bahkan sampai menelan korban jiwa.

“Lebih dari 10 kali kecelakaan di lokasi tersebut karena kerusakan jalan. Bahkan ada yang sampai meninggal di TKP. Ada juga yang dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Meski begitu, hingga kini belum ada perbaikan jalan meski sudah berulang sampaikan ke pemerintah. Ia berharap, realisasi janji perbaikan jalan segera dikerjakan agar tidak menambah memakan korban yang lebih banyak.