Sejumlah warga Lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, mendatangi Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale, Senin, 3 Agustus 2026. Mereka memprotes pelayanan air bersih yang tidak mengalir ke rumah-rumah warga selama tiga hari terakhir.
Ani (50), salah seorang warga, mengatakan distribusi air di wilayahnya memang dilakukan secara bergilir. Namun, dalam beberapa hari terakhir, giliran penyaluran ke Jerbus tidak kunjung terealisasi sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Di Jerbus sudah mau masuk empat hari. Tong datang ke sini supaya dorang kasih jalan air. Tong bayar air, tapi sebagian warga tidak dapat penyaluran,” kata Ani kepada Kadera.id di depan Kantor Perumda Ake Gaale.
Akibat pasokan air terhenti, sebagian warga terpaksa membeli air menggunakan mobil tangki dengan harga sekitar Rp90 ribu per tangki. Menurut Ani, kondisi itu semakin membebani ekonomi warga karena mereka tetap harus membayar tagihan air setiap bulan.
“Tong susah mandi, pakaian kotor menumpuk. Padahal setiap hari tong butuh air,” ujarnya.
Ia mengaku, keluhan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak Perumda Ake Gaale. Warga berharap distribusi air dapat segera dipulihkan dan pelayanan ke depan berjalan lebih lancar.
“Dorang bilang nanti dicek dan air akan dijalankan lagi secara bergilir. Harapan tong ke depan air bisa lancar,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ali M. Nur, Kepala Distribusi dan Perlengkapan Perumda Ake Gaale, menjelaskan gangguan distribusi terjadi akibat kerusakan pompa yang harus menjalani perbaikan. Selama proses perbaikan, distribusi air dilakukan secara bergilir sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
“Untuk mendistribusikan air ke masyarakat, kami harus menunggu bak penampungan terisi. Proses penampungan itu membutuhkan waktu sekitar empat jam sebelum air bisa dialirkan,” ujarnya.
Selain kerusakan pompa, Ali mengatakan pemadaman listrik yang terjadi pada Sabtu dan Minggu lalu juga turut menghambat proses distribusi. Saat listrik kembali menyala, bak penampungan harus diisi terlebih dahulu sebelum air dapat disalurkan ke pelanggan.
“Jadi bukan berarti empat atau lima hari tidak ada pelayanan sama sekali. Saat tiba giliran wilayah tersebut, justru terjadi gangguan pada pompa dan pemadaman listrik sehingga distribusi ikut tertunda,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.