Dinas Kesehatan Kota Ternate mencatat 144 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Mayoritas penderita berada pada rentang usia produktif, yakni 25-49 tahun, dengan jumlah 88 kasus.
Hamida, penanggung jawab program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Ternate, mengatakan kelompok usia 20-24 tahun menyumbang 42 kasus, sementara usia 14-19 tahun tercatat 17 kasus. Adapun penderita berusia di atas 50 tahun hanya empat kasus.
“Kasus baru ini yang meninggal dunia ada 12 orang,” kata Hamida kepada Kadera, Selasa, 16 Desember 2025.
Menurut Hamida, dari 144 kasus yang terdeteksi, sebanyak 121 penderita telah mendapatkan layanan pengobatan di puskesmas dan rumah sakit di Kota Ternate. RSUD Chasan Boesoirie mencatat jumlah pasien terbanyak, yakni 63 kasus, dengan 47 orang masih menjalani terapi.
Sementara itu, Puskesmas Kalumpang menangani 20 penderita dan seluruhnya aktif berobat. Di Puskesmas Kalumata tercatat 22 kasus, namun hanya 17 yang masih menjalani pengobatan. Puskesmas Gambesi merawat 16 penderita, semuanya aktif berobat, sedangkan Puskesmas Siko mencatat 12 kasus dengan seluruh pasien menjalani terapi.
Ia menjelaskan, penularan HIV/AIDS di Ternate melalui hubungan seksual berisiko, baik heteroseksual maupun sesama jenis. Penularan juga dapat terjadi dari ibu ke anak, serta melalui paparan cairan tubuh seperti darah, sperma, dan cairan vagina.
Hamida mengatakan peningkatan temuan tidak semata menunjukkan lonjakan penularan, tetapi juga mencerminkan skrining dan pelacakan kasus.
“Kasus HIV/AIDS ini kan seperti gunung es. Ketika ada 10 di permukaan [yang terdeteksi], bisa jadi di balik itu ada seratus orang penderita,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan, kata dia, terus memperluas skrining bersama berbagai mitra untuk menekan laju penularan. Ia menegaskan identitas penderita HIV/AIDS dijamin kerahasiaannya untuk menghindari stigma dan diskriminasi.
“Akui tidak akui stigma penderita HIV/AIDS ini sangat tinggi. Itu yang kami hindari. Kami tidak akan buka identitas penderita karena tidak mau ada diskriminasi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.