Kebakaran terjadi di dua kelurahan berbeda di Kota Ternate pada Senin, 20 April 2026. Insiden ini menghanguskan dua rumah, menewaskan seorang remaja di Kelurahan Kalumata, serta menyebabkan kerugian materiel ratusan juta rupiah di Kelurahan Akehuda.

IPDA Sudirjo, Kasi Humas Polres Ternate, menjelaskan kebakaran di Kelurahan Kalumata bermula saat Abdia Drakel (61), nenek korban, tengah menunggu cucunya, Azzam S. Samad (14), di teras rumah untuk diantar ke sekolah. Tak lama kemudian, ia mendengar teriakan Azzam dari dalam kamar.

Saat diperiksa, kamar tersebut sudah dipenuhi asap tebal dengan api mulai membesar, sementara pintu dalam kondisi terkunci. Abdia kemudian meminta bantuan warga sekitar, termasuk Ilham Saleh (Mangado), untuk menyelamatkan korban.

“Bersama warga lain, korban berupaya diselamatkan, namun mengalami kendala karena pintu kamar terkunci dan jendela dilengkapi terali besi,” ujar Sudirjo.

Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIT dan berhasil memadamkan api pada pukul 10.32 WIT. Setelah api padam, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar dan langsung dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoerie Ternate.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, dan jenazah rencananya akan dimakamkan di kediaman keluarga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan.

Bocah 14 tahun korban kebakaran di Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan, saat dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoirie. Foto: Istimewa

Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Akehuda tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, pemilik rumah, Rosana Sangadji (45), yang merupakan guru di SMA Negeri 4 Ternate, sedang tidak berada di rumah.

Meski tidak ada korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiel yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Adapun kerugian akibat kebakaran di Kalumata ditaksir sekitar Rp80 juta.

Polisi menduga kebakaran di Kalumata dipicu oleh korsleting listrik di dalam kamar korban, yang kemudian menyambar kasur berbahan busa. Namun, penyebab pasti kedua peristiwa kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Sudirjo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik.

“Selalu waspada terhadap potensi kebakaran, serta pastikan keamanan instalasi listrik di rumah, terutama saat meninggalkan rumah, guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.