Festival Buku (BookFest) Maluku Utara resmi berakhir di Benteng Oranje Ternate, Sabtu malam, 12 September 2026.
BookFest Maluku Utara 2026 digelar selama dua hari, 11–12 September 2026. Pada penutupan, ICMI Orwil Maluku Utara juga memberikan Lifetime Achievement Awards kepada dua tokoh yang dinilai berjasa dalam pengembangan literasi dan pendidikan.
Dua tokoh tersebut adalah almarhum Adnan Amal untuk bidang Literasi dan Penulisan Sejarah serta almarhum Jusuf Abdulrahman untuk bidang Literasi dan Pendidikan. Penghargaan masing-masing diterima oleh pihak keluarga.
Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, saat menutup BookFest, ia menyoroti persoalan serius yang masih membayangi perkembangan literasi di daerah. Masalah tersebut mulai dari ketiadaan penerbit hingga minimnya distributor buku.
Kasman mengatakan, festival buku bukan sekadar ruang pamer dan transaksi buku, tetapi menjadi ruang pertemuan antara penulis dan pembaca sekaligus bagian dari upaya membangun ekosistem literasi.
Namun, menurutnya, ekosistem tersebut masih menghadapi persoalan mendasar. Salah satunya adalah belum adanya penerbit buku di Maluku Utara.
“Tantangannya penulis banyak sekali. Tidak ada penerbit di Maluku Utara. Saya lihat pengusaha-pengusaha lebih senang pada konstruksi, tetapi tidak pernah berinvestasi di bidang perbukuan yang memperkuat ekosistem literasi,” kata Kasman.
Wakil Bupati Halmahera Utara itu juga menyoroti persoalan distribusi buku. Menurutnya, akses masyarakat terhadap buku masih terbatas karena distributor buku di Maluku Utara sangat minim.
“Tantangan lain adalah distributor buku, yang ada hanya Gramedia Ternate,” ujarnya.
Kasman menilai, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan komunitas untuk memastikan budaya membaca dan menulis terus tumbuh.
Ia mendorong masyarakat membangun pojok-pojok perpustakaan di lingkungan masing-masing serta menghidupkan komunitas membaca dan menulis. Dari komunitas tersebut, ia berharap lahir penulis dan karya-karya baru dari Maluku Utara.
“Festival Buku ini sebuah ekosistem literasi yang mulai kita wujudkan. Mudah-mudahan terus ditebarkan. Hari ini para pelajar hingga masyarakat yang terlibat telah memulai untuk menentukan masa depan dengan ikut terlibat dalam program literasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyebut BookFest sebagai bagian penting dalam mendorong budaya literasi di daerah.
Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat budaya literasi di sekolah. Perpustakaan pada setiap satuan pendidikan juga didorong agar tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi dapat dimanfaatkan secara aktif oleh para pelajar.
“Kami memberi apresiasi kepada penyelenggara Festival Buku dan para mitra sehingga kegiatan ini dapat terselenggara, karena ini berdampak pula bagi dunia pendidikan terutama pada literasi,” kata Abubakar.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan komitmen bersama tersebut, budaya baca di Maluku Utara diharapkan tidak berhenti pada festival, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.