Sebanyak 60 personel Tim SAR Gabungan masih mencari Muhammad Affan (6), bocah yang hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di perairan Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara.
Memasuki hari ketiga pencarian, hingga Selasa sore, 15 September 2026, Affan belum juga ditemukan.
Iwan Ramdani, Kepala Basarnas Ternate, mengatakan, kondisi cuaca buruk menjadi kendala dalam proses pencarian. Angin kencang, gelombang tinggi, dan arus laut yang kuat membuat proses penyisiran menjadi lebih sulit.
“Tantangan kita karena situasi kondisi cuaca. Angin kencang sampai 25 kilometer per jam, sedangkan ketinggian gelombang 1,5 meter, ditambah arus juga kencang,” kata Iwan kepada reporter Kadera.id, Selasa, 15 September 2026.
Iwan mengatakan, pencarian terhadap Affan masih terus dilakukan dengan mengerahkan 60 personel. Penyisiran di permukaan laut dilakukan sejauh 8 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara (LKK) ke arah utara.
Operasi tersebut melibatkan satu unit RBB Lanal Ternate, empat unit RIB Polairud Polda Maluku Utara, dan dua unit rubber boat Basarnas Ternate. Selain itu, sebanyak 24 penyelam dikerahkan untuk menyusuri kedalaman laut di sekitar pesisir pantai Dufa-dufa.
“Pencarian tidak hanya fokus di lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini perkembangan pencarian masih nihil. Pencarian masih terus berlangsung,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula saat Mudafar M. Kadir hendak memancing ikan seperti biasa pada Minggu pagi, 13 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIT. Namun, kali ini ia mengajak tiga anak kecil untuk ikut ke laut.
Sekitar pukul 11.00 WIT, kondisi cuaca tiba-tiba memburuk. Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat perahu yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam.
Warga yang berada di sekitar lokasi dan menyaksikan kejadian tersebut langsung berlari serta berteriak meminta pertolongan.
Dalam peristiwa itu, Mudafar M. Kadir (44) meninggal dunia. Sementara Zaib Abdullah (10) dan Ibrahim (8) berhasil diselamatkan.
Hingga kini, Muhammad Affan masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh Tim SAR Gabungan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.