Sejumlah pedagang mengeluhkan rencana pemindahan lapak dagangan di depan Pasar Higienis Bahari Berkesan, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.
Meskipun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate telah menyediakan lahan dagangan, tapi luas lapak masing-masing pedagang hanya diberikan 1×1,5 meter, yang dinilai kecil.
Ama (50), salah satu pedagang mengatakan, rencana pemindahan dan pengosongan lapak dagangan di depan Pasar Higienis Bahari Berkesan akan dilakukan pada Senin, 20 April 2026.
“Dorang [Disperindag] menyuruh masuk ke dalam pasar semua. Besok (hari Senin), ada penertiban,” katanya kepada reporter Kadera.id, saat diwawancarai di lapangan dagangannya, Ahad, 19 April 2026.
Ia bilang, lahan lapak di dalam pasar telah disediakan. Namun, kata dia, lokasi lapak yang diukur Disperindag Ternate untuk masing-masing pedagang cukup sempit.
“Saya belum dapat tempat di dalam pasar. Luas tempatnya kecil dan sempit.
Padahal satu hari Torang bayar retribusi Rp5 ribu. Itu kalau jualan laku. Kalau tidak laku, bayar bagaimana?” ucapnya
Keluhan serupa datang dari Nona (60), pedagang lainnya. Ia bilang, kalau Disperindag Ternate ingin mengosongkan lapak pedagang di depan Pasar Higienis, mestinya harus semua.
“Kosongkan semua kontainer, rumah makan, dan lainnya. Memang ini awalnya lahan parkiran, tong [kami] semua di dalam pasar, cuman pembeli sering sunyi, makanya kaluar di depan” katanya.

Menurut Nona, lahan yang disediakan Disperindag di dalam Pasar Higienis sangat sempit, tak bisa menampung berbagai macam masing-masing jualan pedagang yang banyak.
“Kalau mereka kasih masuk ke dalam pasar, sediakan lokasi lapak yang besar. Barang jualan kami ini kan banyak. Tempat di dalam pasar itu tara [tidak] cukup,” ujarnya.
Padahal, tambah ia, selain membayar retribusi sebanyak Rp5 ribu, mereka juga harus membayar iuran sampah dari DLH Ternate.
“Kami ini sudah dari 1993. Uang retribusi yang mereka tagih, kan jadi pajak dan gaji mereka tiap bulan. Harusnya lapak yang disediakan untuk pedagang layak untuk menampung semua barang jualan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.