Keributan dua kelompok mahasiswa terjadi di Kampus II Universitas Khairun, pada Selasa, 18 November 2025. Bentrokan di area kampus di Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan, Kota Ternate ini, melibatkan mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Teknik Mesin Unkhair.
Mustadin Togubu, Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unkhair, mengatakan awal persoalan terjadi di luar kampus. Namun, gesekan antara mahasiswa kedua jurusan itu merembet hingga ke lingkungan kampus dan menyeret mahasiswa teknik lainnya.
“Tapi ini masalah di luar kampus. Entah faktornya apa sampai melibatkan beberapa teman-teman teknik yang lain,” kata kepada Kadera saat dikonfirmasi.
Menurut dia, konflik sempat dimediasi oleh BEM Teknik UMMU dan Teknik Unkhair. Tetapi saat proses mediasi berlangsung, ketegangan justru meningkat hingga berujung ricuh.
Mustadin menyayangkan keributan yang pecah di dalam lingkungan kampus. Sebagai mahasiswa, kata dia, mereka mestinya memberi teladan, bukan mempertontonkan arogansi maupun merusak fasilitas kampus.
“Saya cukup menyesali karena da beberapa fasilitas di Unkhair rusak seperti papan nama Unkhair dan saluran air PAM karena kericuhan tadi,” ujarnya.
Ia berharap peristiwa itu tidak melebar dan tidak kembali terulang. “Kita semua keluarga. Karena itu maslaah ini tidak perlu diperpanjang atau diperluas,” terangnya.
Ketua BEM Fakultas Teknik Unkhair belum memberikan respons pesan konfirmasi yang dikirim Kadera. BEM Teknik Pertambangan UMMU belum berhasil dikonfirmasi.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.