PT Pelni Cabang Ternate bakal mengurangi layanan pembelian manual di loket Pelabuhan Ahmad Yani Kota Ternate. Hal ini dilakukan karena adanya skema layanan pembelian tiket online melalui kanal resmi untuk menghindari antrean panjang yang kerap dikeluhkan calon penumpang.
“Sudah kita sosialisasikan. 40 persen sudah menggunakan itu. Targetnya tahun ini 70 persen menggunakan pembelian online,” kata M. Lutfi Israr Sutan, Kepala PT Pelni Cabang Ternate, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia bilang, sistem online tersebut diterapkan atas kerja sama dengan Bank Himbara untuk memudahkan proses pembayarannya demi kenyamanan penumpang.
“Ke depannya penumpang tidak perlu lagi ke loket untuk menghindari antrean. Kita perbaiki pelayanan untuk kenyamanan penumpang,” ungkapnya.
Selian itu, ia menambahkan, kenaikan BBM beberapa waktu lalu tidak berdampak pada harga tiket. Karena menurut dia, BBM yang digunakan kapal Pelni merupakan subsidi dari pemerintah. Saat ini, kata dia, masih berlaku juga stimulus pemotongan harga tiket 30 persen dari tarif dasar yang berlaku untuk semua calon penumpang hingga 15 Agustus 2026.
Meski begitu, saat ini, tiga dari lima kapal yang melayani bagian Indonesia timur, termasuk di Ternate kini terus beroperasi. Sisanya masih dock tahunan sehingga ada lonjakan penumpang yang tak seperti biasanya.
“Di sini ada lima kapal yang masuk seperti Sangiang dengan 500 penumpang, 100 Tatamelau. Sedangkan yang 2000 penumpang itu ada 3 kapal. Namun, dua kapal Dorolonda dan Sinabung lagi dock. Sehingga konsentrasi ke Nggapulu yang masih beroperasi,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.