Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 bermodalkan kontrol permainan dan tembok pertahanan yang kokoh. Sedangkan, Argentina memiliki ketajaman serangan sekaligus possession.

Partai final antara Spanyol versus Argentina mirip Finalissima yang tertunda. Selain berstatus juara bertahan Piala Dunia, Argentina juga pemenang Copa America 2024. Sementara, Spanyol merupakan tim nasional sepakbola putra terkuat di Benua Eropa saat ini.

Baik Spanyol maupun Argentina, masing-masing punya catatan mentereng sepanjang perhelatan sepakbola empat tahunan, edisi 2026 ini. Menurut data Federasi Sepakbola Dunia (FIFA), Argentina menjadi tim tersubur sepanjang turnamen. Sedangkan, Si Merah, Spanyol, adalah pemilik benteng pertahanan terkokoh.

Spanyol pun merupakan tim yang paling banyak melepaskan tembakan ke gawang lawan, yaitu 120 kali percobaan – angka yang sama dengan Prancis. Dari jumlah tersebut, sekitar 42 tepat sasaran, dan 13 di antaranya berbuah gol.

Sementara itu, 19 gol tim Tango bermula dari 113 kali percobaan yang 46 di antaranya on target. Hal inilah yang menempatkan Argentina sebagai tim dengan nilai Expected Goals atau xG – metrik pengukur kualitas peluang sebuah tembakan berbuah gol – tertinggi, yakni 15,38. Dan Spanyol di bawahnya, dengan xG 14,96.

Kontrol permainan kedua tim cukup menakjubkan. Sepanjang turnamen, Spanyol dan Argentina masing-masing telah melakukan 4.592 dan 4.772 umpan, dengan akurasi 91 persen. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan tim peserta lainnya. Penguasaan bola kedua tim pun di atas 50 persen.

Kemudian di lini pertahanan, Spanyol melewati enam dari tujuh pertandingan tanpa kebobolan. Tak tanggung-tanggung, nihil bobol itupun mereka buat kala menjamu tim dengan gol terbanyak kedua, Prancis. Sementara, Argentina hanya mampu mencatatkan dua clean sheet.